Coretan Luky

Sebuah Blog yang Mengubah Coretan menjadi Pengetahuan

Whats New ?

Review Coretan

Game

Biography



UBER merambah ke layanan self-driving (transportasi tanpa supir.)




UBER merupakan sebuah layanan transportasi berbasis teknologi yang berasal dari San Francisco, California, yang menciptakan aplikasi penyedia transportasi yang menghubungkan penumpang dengan sopir kendaraan sewaan serta layanan tumpangan.

UBER diindonesia sendiri sudah menutup layanannya sejak 8 April 2018. Hal itu karena banyaknya masalah yang terjadi, banyak yang berspekulasi bahwa UBER kalah pamor dengan GRAB dan GO-JEK, padahal UBER merupakan perusahaan raksasa, yang sudah berdiri lama sebelum GRAB dan GO-JEK, ada juga yang berspekulasi bahwa UBER mendapati masalah internal karena salah satu pemegang saham UBER,  Fidelity Investments diduga-duga terlibat gugatan di beberapa wilayah hukum dengan tuduhan operasi taksi ilegal.

Akan tetapi untuk artikel kali ini saya tidak akan menbahas mengenai UBER itu sendiri, akan tetapi untuk kali ini saya akan membahas mengenai inovasi terbaru dari UBER yaitu driver-less. Atau dengan kata lain, beroperasi tanpa supir manusia.

Untuk inovasi baru ini, UBER bekerja sama dengan WAYMO, yaitu sebuah perusahaan pengembang mobil otonom (mobil tanpa pengemudi, mobil tanpa awak), yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan GOOGLE.



CEO dari UBER Dara Khosrowshahi mengatakan, bahwa dirinya siap dan bahkan ingin adanya persaingan dari inovasi self-driving ini. Dan ia berharap saingan bisa mendapatkan program mobil otonomnya kembali ke jalurnya.

Mengingat Setelah salah satu mobil self-driving UBER terlibat dalam tabrakan fatal dengan pejalan kaki di Arizona pada bulan April, layanan pengemudian menghentikan sementara operasi self-driving-nya di semua kota yang telah menguji kendaraannya.



" When we get back on the road, we have to be absolutely satisfied we're getting back on the road it in the safest manner possible,"

("Ketika kami kembali di jalan, kami harus benar-benar puas kami kembali di jalan itu dengan cara yang paling aman, ")

Begitulah yang dikatakan Dara Khosrowshahi selama wawancara di panggung di Recode's Code Conference, yang diadakan ini minggu di Rancho Palos Verdes, California.

“ We're having conversations with Waymo about putting their cars on our network. If something happens, great. If not, we can live with that, too. "

(“ Kami mengobrol dengan Waymo tentang menempatkan mobil mereka di jaringan kami. Jika sesuatu terjadi, bagus. Jika tidak, kita bisa hidup dengan itu juga. ")

Hal ini ini akan mewakili perubahan dramatis untuk Uber dan Waymo, unit mobil self-driving dari Google induk Alphabet. Awal tahun ini, keduanya terkunci di salah satu pertempuran pengadilan profil tertinggi dalam sejarah Silicon Valley, dengan Waymo mencari $ 1,8 miliar dari startup yang haus-tumpangan untuk dugaan pencurian rahasia dagang terkait teknologi self-driving.

Sumber foto : https://beyonder.asia


Ketika Dara Khosrowshahi ditunjuk menjadi CEO UBER. Ia memiliki peranan penting dalam pengembangan perusahaan. Ia diharuskan merombak perusahan yang sudah beberapa bulan berhenti berkerja. Dengan beberapa masyarakat yang muak dan kesal dengan UBER, hingga hastag #DELETEUBER pun menjadi trending topik kala itu. Hal itu pun dikarenakan salah satu insinyur UBER Susan Fowler menulis sebuah artikel pada blognya yang memicu kericuhan dan keributan mengenai seksualitas.

Back to the topic, itulah mengapa Dara Khosrowshahi dituntut untuk dapat merubah wajah UBER yang terkenal "beracun", merapikan hubungan di dalam dewan direksi UBER dan menyegel kesepakatan investasi senilai $ 9,3 miliar yang dipimpin oleh raksasa internet Jepang SOFTBANK dan mendorong untuk menyelesaikan gugatan WAYMO.

Sumber foto : https://techcrunch.com


Ke depan, Khosrowshahi mengatakan dia masih mengharapkan perusahaan untuk go public pada paruh kedua tahun 2019, tetapi dia mengakui, masih membutuhkan beberapa jabatan yang harus diisi, untuk merampuni perusahan UBER kedepannya.




No comments:

Post a Comment

| Designed by Colorlib